RUPSLB Multistrada tahun 2017

October 12, 2017
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+

Perseroan telah menyelenggarakan RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) pada tanggal 12 Oktober 2017 di Upper Room, Annex Building Lantai 10, Komplek Wisma Nusantara, Jl. M.H. Thamrin No. 59, Jakarta 10350, dengan hasil keputusan Rapat sebagaimana tercantum dibawah ini.

  1. Menerima usulan dan menyetujui perubahan Status Perseroan, dari Penanaman Modal Asing (PMA) menjadi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
  2. Menyetujui usulan Pemegang Saham mengenai pengangkatan Bpk. Edy Soehartono sebagai Komisaris Independen Perseroan, dengan Masa Jabatan yang dimulai sejak penutupan Rapat sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diadakan pada Tahun 2019 dan menyetujui penerimaan permohonan pengunduran diri dari Bpk Handaya, selaku Direktur Perseroan. Dengan demikian susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang terakhir, dengan Masa Jabatan sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diadakan pada Tahun 2019, menjadi sebagai berikut :

Presiden Direktur                               : Bapak Pieter Tanuri

Wakil Presiden Direktur                   : Bapak Ir. Sukarman

Wakil Presiden Direktur                   : Bapak Henryanto Komala

Direktur                                               : Bapak Yohanes Ade Bunian Moniaga

Direktur                                               : Bapak Uthan Mokhamad Arief

Direktur                                               : Bapak Victor Colondam

Direktur Independen                        : Bapak Cindyanto Kristian

Presiden Komisaris                           : Bapak Eugene Cho Park

Komisaris                                            : Bapak Andi Solaiman

Komisaris                                            : Bapak Sidharta Prawira Oetama

Komisaris Independen                     : Bapak Edy Soehartono

Komisaris Independen                     : Bapak Paulus Ridwan Purawinata

  1. Menyetujui untuk pemberian jaminan baru kepada kreditur, dimana jaminan baru tersebut bilamana digabungkan dengan seluruh jaminan yang telah diberikan sebelumnya oleh Perseroan, akan merupakan lebih dari 50% (lima puluh persen) dari jumlah kekayaan bersih Perseroan.