Kegiatan Usaha

Anggaran Dasar (AD) Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir sebagaimana yang termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Luar Biasa Nomor 69 tanggal 16 Juni 2015 dibuat dihadapan Notaris Kumala Tjahjani Widodo, SH, MH, MKn, Notaris di Jakarta Pusat, yang perubahan-perubahan sebagaimana dinyatakan dalam akta-akta tersebut telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, sebagaimana penerimaannya dinyatakan dalam Surat dari Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.03-0950687 tanggal 11 Juli 2015 (selanjutnya disebut “Anggaran Dasar Perseroan”). Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan adalah usaha dalam bidang industri ban yang mencakup usaha pembuatan ban dengan bahan utamanya dari karet alam ataupun karet buatan untuk  semua jenis kendaraan bermotor, baik kendaraan roda empat maupun roda dua.

Sampai saat ini Perseroan masih mengembangkan dua merek produk ban kendaraan, yakni Achilles untuk Passanger Car Radial “PCR”, ST maupun TBR; dan Corsa untuk Motorcycle Tire “MC”. Selain itu, Perseroan memproduksi ban dengan merk Perusahaan lain yang dikenal sebagai off-take.

Sesuai komitmen Perseroan yang mengutamakan kualitas produksi, sehingga sebelum hasil produksi dipasarkan ke masyarakat, Perseroan melakukan beberapa tahapan ini :

2. About __ Business Activity

Proses Produksi

1. Persiapan Komponen

Perseroan senantiasa memberikan hasil produksi yang maksimal dimulai dengan melakukan ekstra ketelitian dalam hal pemilihan bahan yang akan digunakan, bahan baku yang digunakan dalam proses produksi Perseroan adalah karet alam, karet sintetis, carbon black, polyester & nylon, steel cord & wire dan bahan kimia lainnya, penggunaan bahan-bahan tersebut telah sesuai dengan pemilihan kualitas dan prosedur Perseroan. Seluruh bahan baku yang telah diproses dan dicampurkan dengan beberapa variasi campuran bahan disesuaikan berdasarkan kegunaan dalam konstruksi ban yang akan dihasilkan, secara umum campuran tersebut disebut dengan compound. Dimana compound yang telah disiapkan berguna untuk merancang konstruksi sebuah ban yakni untuk telapak ban, kerangka (carcass), sabuk ban, kawat bead, serta inner liner.

2. Perakitan Komponen

Setelah seluruh komponen selesai diproses, maka komponen tersebut telah siap memasuki proses perakitan menggunakan mesin tire building  yang dilakukan diruangan khusus untuk menghasilkan green tire, proses penghasilan green tire ini dibuat berdasarkan dengan ukuran ban yang telah dirancang berdasarkan permintaan bagian penjualan Perseroan.

3. Seleksi Ban Jadi dan Pemeriksaan Kualitas

Setelah melewati proses curing press, ban yang  telah jadi akan dikirimkan ke bagian seleksi guna diperiksa oleh inspector, proses pemeriksaaan ini dilakukan secara visual yang bertujuan untuk mensortir kondisi ban yang layak maupun kondisi yang masih mengalami kekurangan dalam proses produksi, selanjutnya adalah proses pemeriksaan menggunakan mesin yang disebut uniformity machine yakni mesin yang dipergunakan untuk memeriksa kondisi ban berdasarkan dengan standar yang telah ditetapkan oleh Perseroan. Seluruh proses pemeriksaan ini dilakukan  sebelum hasil produksi di distribusikan kedalam  gudang penyimpanan. Mengenai standar yang ditetapkan, Perseroan menggunakan standar pemeriksaan kualitas berdasarkan dengan QMS (Quality Management System) yang mengacu kepada ISO 9001:2008 dan ISO-TS16949:2009. Seluruh produk yang telah dihasilkan telah memenuhi standar regulasi dari beberapa negara, antara lain :

 

Sertifikasi Asal Negara
SNI (Standar Nasional Indonesia) Indonesia
GSO (Gulf Standar Organization) Timur Tengah
SASO ( Saudi Arabia Standard Organization) Saudi Arabia
DOT ( Departement of Transportation ) Amerika Serikat
ECE ( Economic Commission for Europe ) Eropa
VSCC ( Vehicle Safety Certification Center ) Taiwan
SIRIM ( Standards and Industrial Research Institute Of Malaysia ) Malaysia
PS Mark ( Philippine Standar ) Filipina
CCC Mark (China Compulsory Certificate Mark) Tiongkok
SONCAP (Standards Organization for Technical Spesification) Nigeria
INMETRO (Instituto Nacional de Metrologia, Normalizacao e Qualidade Industrial) Brazil
BIS (Bureau of Indian Standard) India
ISO 9001
ISO/IEC 17025
ISO/TS 16949:2009
ISO 14001:2004
OHSAS 18001:2007