RUPSLB MASA Setujui Rencana PUT II
19 Desember 2011
Share:
Jakarta, 19 Desember 2011 – PT Multistrada Arah Sarana Tbk (Kode BEI: MASA), emiten ban dengan pertumbuhan tercepat mendapat persetujuan para pemegang saham pada RUPSLB untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) II dengan penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu senilai Rp 1,53 triliun. Hasil dana right issue tersebut akan digunakan untuk ekspansi usaha.

MASA mengalokasikan Rp 673,42 miliar atau sebesar 44% dari hasil dana rights issue untuk pembelian mesin-mesin dan peralatan untuk memproduksi ban mobil dan ban motor, termasuk pembangunan gedung sebagai sarana pendukungnya. Senilai Rp 397,93 miliar atau sebesar 26% akan digunakan untuk perluasan usaha berupa pengusahaan dan pengolahan Hutan Tanaman Industri, termasuk pengusahaan dan pengolahan karet. Sementara senilai Rp 459,15 miliar, atau sebesar 30% akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, seperti pembelian bahan baku, spare part dan biaya operasional lainnya.

“MASA masih menargetkan pertumbuhan secara agresif pada tahun-tahun mendatang, tahun 2012 kami menargetkan pertumbuhan pendapatan 50% dan 2013 kami proyeksikan dikisaran 20-30%. Kami akan mendorong penjualan global untuk memanfaatkan melonjaknya permintaan yang tinggi akan ban berkualitas dengan harga yang kompetitif.” papar Pieter Tanuri, Direktur Utama PT Multistrada Arah Sarana Tbk.
Lebih lanjut Pieter menambahkan,”Manajemen menilai saat ini merupakan saat yang tepat untuk melakukan PUT. Terlebih per tanggal 15 November 2011 saham MASA telah masuk daftar saham unggulan Morgan Stanley Composite Index (MSCI) for small caps, sehingga akan menarik perhatian investor asing dan lokal di bursa saham”.
Setiap pemegang saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 29 Desember 2011 pukul 16.00 WIB dengan memegang dua lembar saham Perseroan akan memperoleh 1 HMETD yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 lembar saham baru pada harga Rp 500. Perseroan akan menawarkan total sejumlah 3,06 miliar lembar saham dalam rights issue.
Saat ini Perseroan memiliki kapasitas produksi tahuan ban mobil mencapai 7 juta unit, sementara kapasitas ban motor telah mencapai 4,7 juta unit. Pada akhir tahun 2011 kapasitas produksi tahunan ditargetkan akan mencapai 8,7 juta unit untuk ban mobil dan 5,6 juta unit untuk ban motor.
Dengan dana rights issue Perseroan juga akan melakukan strategi integrasi vertikal dengan ekspansi kedalam bisnis hulu ban, melalui pengusahaan kebun karet serta pembangunan pabrik pengolahan karet untuk memasok kebutuhan bahan baku ban Perseroan.

“Peluang untuk melakukan ekspansi kedalam bisnis hulu ban, mulai dari pengembangan perkebunan hingga pengelolaan pabrik pengolahan karet, merupakan kesempatan yang langka”, jelas Pieter.
“Strategi peningkatan kapasitas produksi dan ekspansi kedalam bisnis hulu dengan menggunakan dana rights issue akan menopang pertumbuhan kinerja Perseroan dalam jangka panjang dan menjamin ketersediaan pasokan yang bermutu untuk memastikan mutu akhir produk ban perusahaan,” papar Direktur Utama Multistrada Pieter Tanuri.
Saat ini Multistrada telah menguasai lahan seluas 33.000 hektar lahan perkebunan di Kalimantan melalui anak perusahaan Perseroan, Multistrada Agro. Dalam 2 hingga 3 tahun pertama Perseroan akan melakukan penanaman perkebunan seluas 5.000 hektar.
Selain mengembangkan perkebunan karet alam, Perseroan juga akan membangun pabrik pengolahan karet dengan nilai investasi mencapai US$ 10 juta. Pabrik pengolahan akan berkapasitas 24.000 ton yang mampu memenuhi kebutuhan produksi mencapai 10 juta-15 juta unit ban mobil per tahun. Hingga saat ini seluruh kebutuhan pasokan karet alam yang dibutuhkan oleh Perseroan masih dipasok oleh pemasok lokal.
“Dengan memiliki bisnis hulu untuk menopang produksi ban mobil dan ban motor, Perseroan akan memiliki bisnis terintergrasi dari hulu hingga hilir yang menyediakan pertumbuhan kinerja serta penciptaan efisiensi jangka panjang bagi Perseroan,” lanjutnya.
Dalam periode sembilan bulan tahun 2011, Perseroan mencetak nilai penjualan mencapai Rp 2,08 triliun, tumbuh solid sebesar 36,51% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Laba usaha senilai Rp 203,02 miliar, atau tumbuh 16,64%. Sementara laba bersih mencapai Rp 136,25 miliar, naik 18,51% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010.
Secara global, Multistrada merupakan salah satu produsen ban yang mencatatkan pertumbuhan tercepat selama periode 2006 hingga 2010. Penjualan Perseroan tumbuh mencapai 37% compounded annual growth rate (CAGR) 2006-2010. Pertumbuhan penjualan Perseroan merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan produsen-produsen ban global maupun lokal yang mencatat pertumbuhan antara minus 1% hingga kenaikan 25% CAGR 2006-2010.
Penjualan Multsitrada mencakup pasar lokal dan pasar internasional. Pasar internasional Perseroan, mencakup Eropa, Amerika Serikat, Australia, negara-negara Asia Pasifik, hingga negara Timur Tengah. [yus]
Back to Top ↑