Formula Drift Malaysia 2010, Rifat 4 Besar, Pabean Malaysia Permasalahkan Mobil Dio

22 Desember 2010

Baru-baru ini berlangsung event balap internasional yang mengambil tempat di Sirkuit Dataran Merdeka, Malaysia bertajuk "Formula Drift Malaysia 2010". Sebanyak 42 pembalap dari sepuluh negara, termasuk Indonesia, turun berlaga dalam event ini.

Berlangsung pada Sabtu (18/12) dan Minggu (19/12), acara yang digelar oleh ESPN STAR Sports Event Management Group ini menghadirkan Andy Yen (Official Judge of Formula Drift USA) dan Anthony Angelo (Official Judge of Formula Drift US).

Keluar sebagai juara pertama dalam event tersebut adalah Daigo Saito (Japan) dari TRC Racing Team dengan mobil Toyota Altezza 2000. Juara kedua diraih oleh Kokae (Thailand) dari Goodyear Racing Team dengan mobil Nissan Cefiro A31.

Untuk perebutan juara tiga dan empat, Rifat Sungkar (Indonesia) dari Prima XP Drift Team dengan mobil Toyota Trueno AE86 terpaksa harus mengakui dominasi Ryuji Miki (Japan) dari Goodyear SPARK Motorsports Team yang menggunakan mobil Nissan Silvia S15.

Dio yang masuk di babak 16 besar terpaksa harus mengakui kepiawaian Ryuji Miki. Demikian pula Rifat yang masuk semifinal dan kalah saat berhadapan dengan Kokae, juga terpaksa harus angkat topi untuk Ryuji Miki saat perebutan juara tiga dan empat.

Namun demikian, Indonesia bangga memiliki pembalap muda nan handal layaknya Rifat dan Dio. Kendala yang ditemui saat masuk pabean ternyata tak membuat mood dan skill Dio berkurang. Demikian pula Rifat yang berhasil menembus empat besar. Keduanya telah mengharumkan nama Indonesia, khususnya PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) sebagai produsen ban Achilles ATR Sport yang mereka gunakan.

Mobil Dio Ditahan Pabean

Dua pembalap kenamaan Indonesia, masing-masing Rifat Sungkar (Rifat) dan Adwitya Amandio (Dio) dari Achilles Drift Indonesia Team turut berpartisipasi dalam event berskala internasional ini. Rifat unjuk gigi dengan mobil andalannya Toyota Trueno AE86. Sedangkan Dio terpaksa menggunakan Nissan 200SX karena besutannya Nissan Silvia S15 ada corak batik. Karuan saja keputusan pihak pabean negeri jiran itu membuat kecewa orangtua Dio, William Daniel.

Daniel, seperti yang dikutip Dapurpacu.com mengatakan, Nissan Silvia S15 andalan Dio dikenakan sanksi sebagai barang ilegal. William pun tak habis pikir, kalau mobil itu dianggap barang selundupan lantas mengapa pemiliknya tidak ditahan?

"Kita malah disuruh memulangkan, dan sempat diminta membayar garansi bank. Ini jadi seperti urusan perdagangan, padahal harusnya urusan balap punya prosedur berbeda,” ujar Daniel kepada Dapurpacu.com.

Daniel mengaku seluruh proses administrasi izin masuk kendaraan telah dipenuhi pihaknya. “Sejauh ini kita sudah melengkapi semua dokumen barang. Kalau di Thailand bisa masuk, seharusnya hal serupa bisa diterima di Malaysia,” tambahnya.

Achilles Drift Indonesia Team bahkan mengaku telah meminta bantuan Kedubes RI dan asosiasi balap di Malaysia. Namun semua upaya tak berhasil membuat Silvia S15 dilepas dari kandang. “Seperti ada unsur politis di sini. Mungkin juga karena mobil Amandio dipenuhi sticker batik, sehingga Malaysia agak alergi,” ungkap Daniel sambil tertawa. [don]

 Back to Top ↑

© 2012 PT Multistrada Arah Sarana, Tbk. | Sitemap